RI-1: "Kita Tidak Tahu Cara untuk Kalah, Kita Hanya Tahu Cara untuk Menang"

Pemain Gembel INA
berdoa sebelum bertanding
foto: alif
Peluit panjang berbunyi, para personil Mecatronicos dan para pemain Gembel INA bersorak menyerukan kemenangan. Benar sekali, pertandingan yang berlangsung cukup sengit ini membawa Gembel INA menuju kemenangan di Laga Final PFL (Poltekom Futsal League). Dengan gol yang disumbangkan oleh Donny  F. (8) dan Nacim/Abidin (45), pertandingan berakhir dengan skor 4-3. 
Kerja keras para pemain terlihat jelas ketika berada di arena pertandingan. Kekalahan yang sebelumnya melawan "Mr. Dadang Squad" menjadi salah satu motivasi pemain untuk mencetak gol.
"Kita Tidak Tahu Cara untuk Kalah, Kita Hanya Tahu Cara untuk Menang", itulah yang disampaikan oleh Epham selaku official Gembel INA pada saat para pemain mendapat kesempatan time out.

Cetak 3 Angka, Gembel INA Lolos ke Final

A. Faishol (10) seusai mencetak gol
foto: alif
Kelelahan akibat menjadi bagian dari "Densus XIX Anti Teater" pada Festival Malang Kembali 2012 tak meredam semangat para pemain Gembel Indonesia. Pertandingan yang berlangsung selama 2 X 20 menit ini, dimanfaatkan oleh A. Faishol (10) untuk mencetak 3 gol ke gawang lawan. Namun, pertahanan Zainul A. (58) sempat ditembus 1 angka.
Ketika Peluit panjang berakhir, score terakhir tetap 3-1 dan Gembel INA resmi masuk Final PFL. "Itu tadi hanya sandiwara." ucap captain Donie setelah keluar dari arena pertandingan.

Djadwal Densus XIX Anti Teater in Malang Tempo Doeloe

No.
Hari, tanggal
Tema
Pemain
1.
Kamis, 24 Mei 2012
Sopan Santun
Epham, Cahyo, Andri, Faishol, Abidin, Tri, Zainul, dkk.
2.
Jumat, 25 Mei 2012
Menghormati Orang Tua
Epham, Frila, Friska, Nicko, Abidin, Zainul, Faishol, Eko, dkk.
3.
Sabtu, 26 Mei 2012
Toleransi Umat Beragama
Epham, Intan, Frila, Tri, Friska, dkk.
4.
Minggu, 27 Mei 2012
Menghormati dan Menyayangi Sesama
Epham, Cahyo, Aliph, Agung, Romi, Dias, Doni, Gati, dkk.

Beladjar Sopan Santoen

Soeasana di Sekolah Boedi
Sinopsis dari naskah drama “Sopan Santoen”.
(Ejaan Lama)

Kisah ini terdjadi pada tahoen 1813, dimana Indonesia masih dalam masa pendjadjahan Belanda. Kisah ini mentjeritakan bagaimana keadaan pendidikan pada saat itoe. 

Soeatoe hari di seboeah sekolah rakjat. Seorang Goeroe masoek kedalam roeang kelas, saat mengabsen para moeridnja, tiba-tiba ada seorang moerid jang menjelonong masoek kelas tanpa idjin. Sang goeroe marah, moerid jang lain meneriaki moerid jang terlambat terseboet. Sang goeroe menghoekoem moerid terseboet dengan berdjalan djongkok menoedjoe depan pintoe kelas dan kembali masoek kelas dengan mengoetjapkan salam dan mentjioem tangan goeroe terseboet. Setelah moerid jang terlambat selesai mendjalankan hoekoeman, ia diperbolehkan doedoek. 

Gembel Indonesia Resmi Masuk Semifinal PFL

Abidin (Biru) sedang berusaha menerobos
benteng pertahanan lawan saat melawan tim KFC
foto: Romi
Beberapa waktu yang lalu, pihak PFL (Poltekom Futsal League) telah memberikan keputusan kepada Kapten Gembel INA, Donny Febrianto bahwa timnya masuk semifinal PFL. Dalam pernyataannya, Captain menganjurkan para pemain untuk fokus terlebih dahulu pada Ujian Tengah Semester (UTS) dan tugas kenegaraan menjadi pemain drama. "Fokus UTS ma MTD (Malang Tempo Dulu) dhisik jeh!! Futsal Menyusul, JGER!!!" Official Dias menambahkan "Blaen!!!"

Mecatronicos Present "Densus XIX Anti Teater"

Densus XIX Anti Teater
isn't
Densus 88 Anti Teror